Artikel & Event
Penyebab Air Berwarna Kuning dan Bau
Kejadian air yang berubah warna menjadi tidak jernih sering kali dialami oleh rumah tangga, tanpa alasan yang jelas sehingga bisa membuat mandi terasa jadi kurang bersih, pakaian dan lantai kamar mandi juga ikut menguning dan tidak nyaman. Air berwarna kuning sebenarnya tidak bisa dianggap sepele karena penanganannya tidak semudah membersihkan tandon. Bagaimana sebenarnya mengatasi masalah air kuning sehingga tidak terulang kembali?
Kenapa Air Berwarna Kuning Bisa Terjadi?
Perubahan warna dan bau pada air tidak terjadi tanpa sebab dan lebih kompleks dari sekadar masalah cuaca dan iklim. Berikut ini adalah 5 penyebab air berwarna kuning yang tiba-tiba muncul di kran kamar mandi dan wastafel tempat kamu.
1. Kandungan Zat Besi Terlalu Tinggi
Salah satu penyebab paling umum air berwarna kuning adalah kandungan zat besi (Fe) yang terlalu tinggi dalam air tanah, terutama pada sumur bor atau sumur rumah tangga. Meski zat besi sifatnya larut dalam tanah, namun begitu air dipompa ke permukaan lalu terkena udara, zat besi akan bereaksi dengan oksigen dan berubah menjadi endapan berwarna kuning kecokelatan. Inilah yang membuat air tampak keruh, meninggalkan noda pada lantai kamar mandi, wastafel, ember, atau pakaian, dan sering terlihat kotor meski awalnya terlihat normal.
2. Kandungan Mangan Terlalu Tinggi
Jika terdapat zat besi, pasti akan ada pula mangan (Mn) di dalam airnya. Kandungan mangan berkaitan erat dengan zat besi karena keduanya sama-sama berasal dari lapisan tanah dan batuan yang dilalui air tanah, sehingga dalam banyak kasus keduanya muncul bersamaan di sumber air sumur.
Bedanya dengan zat besi, mangan yang terlalu tinggi bisa menimbulkan bau tidak sedap, terutama jika ditampung atau didiamkan.
3. Tandon, Pipa, atau Saluran Air Bocor
Air yang menguning bisa muncul karena ada masalah pada tandon, pipa, atau saluran airnya. Tandon (termasuk toren dan tangki air) yang jarang dibersihkan biasanya menyimpan endapan lumpur, kerak, dan kotoran yang lama-lama tercampur kembali ke aliran air.
Sementara pipa yang sudah lama, berkarat, atau bocor bisa membuat air berubah warna karena ikut membawa partikel karat dan kotoran dari luar. Bahkan saluran air yang retak atau tidak rapat dapat memberi jalan bagi tanah, pasir, atau kerikil untuk masuk ke dalam aliran. Inilah yang kemudian membuat air berubah warna menjadi kekuningan walaupun sumber airnya sebenarnya tidak bermasalah.
4. Sumur Bor Bermasalah
Penyebab air berwarna kuning selanjutnya adalah masalah sumur bor, terkhususnya dinding sumur, pipa casing, atau titik saringnya yang sudah kotor dan berkarat. Ini sangat umum terjadi pada sumur bor yang usianya sudah lama, jarang dicek, tidak pernah dilakukan perawatan dan dibersihkan.
Sumur yang letaknya terlalu dekat dengan sumber kotoran atau saluran pembuangan juga lebih mudah mengalami masalah ini. Jika terus dibiarkan, air tidak hanya berwarna kuning tapi sama sekali tidak layak untuk digunakan dan dikonsumsi.
5. Air Terlalu Lama Mengendap
Saat air disimpan terlalu lama di tandon atau toren, partikel halus, endapan mineral, dan kandungan logam di dalamnya bisa mulai turun ke dasar lalu bercampur kembali ketika air digunakan.
Kondisi ini membuat air yang semula tampak biasa saja perlahan berubah menjadi lebih keruh, kekuningan, dan kadang disertai bau yang kurang sedap. Masalah seperti ini sering terjadi pada rumah yang airnya jarang dipakai secara rutin, tandon terlalu lama tidak dikuras, atau ada bagian saluran yang membuat air tertahan terlalu lama sebelum mengalir ke kran.
Apa Dampak Air Kuning dan Bau untuk Rumah Tangga?
Air kuning, keruh, dan bau adalah karakter air yang sebaiknya tidak digunakan terutama untuk konsumsi. Air seperti ini memiliki bakteri dan kotoran yang bisa menyebabkan muntah, dehidrasi, kolera, dan demam tifoid. Dalam jangka waktu lama, bisa memicu masalah ginjal, gangguan saraf, sampai kanker.
Air berwarna kuning bisa mengganggu aktivitas dan kegiatan berusaha. Di rumah, air yang kuning akan mengganggu aktivitas mandi, mencuci pakaian dan piring, dan membersihkan rumah terasa kurang nyaman dan puas. Sedangkan untuk kegiatan bisnis dan usaha seperti restoran, warung makan, laundry, salon, atau UMKM lain yang bergantung pada air bersih, bisa menurunkan kualitas layanan dan kenyamanan pelanggan, dan membuat bisnis menjadi kurang profesional.
5 Cara Mengatasi Air Kuning yang Ampuh
![]()
Cara mengatasi air kuning dan mengeluarkan bau tidak sedap, Sahabat SHIMIZU bisa mengikuti tips-tips di bawah ini.
1. Periksa Dulu Sumber Masalahnya
Pertama-tama, pastikan dulu sumber masalah air kuningnya berasal dari mana. Jangan langsung berasumsi bahwa penyebabnya selalu ada pada sumur, karena warna kuning juga bisa muncul akibat pipa berkarat, tandon yang kotor, endapan, atau kandungan logam seperti zat besi dan mangan di dalam air.
2. Cek kualitas air dan kandungan di dalamnya
Kualitas air bisa dicek mulai dari tanda paling sederhana, seperti melihat warna air, mencium baunya, dan apakah air meninggalkan noda kuning pada kran, kamar mandi, ember, atau pakaian. Setelah itu, pengecekan bisa dilanjutkan dengan mengambil sampel air untuk diuji, baik memakai alat tes air sederhana maupun melalui laboratorium agar diketahui apakah air mengandung besi, mangan, tingkat pH yang tidak seimbang, atau kekeruhan yang terlalu tinggi.
3. Gunakan filter air kuning sesuai kebutuhan
Setelah penyebabnya lebih jelas, barulah filter dipilih sesuai kondisi air yang dihadapi. Jika masalah utamanya ada pada endapan, lumpur, atau partikel halus, maka sistem penyaringan biasa bisa sangat membantu. Namun jika warna kuning muncul karena kandungan besi dan mangan yang tinggi, maka filter yang dipakai harus memang dirancang untuk mengurangi kandungan tersebut, bukan untuk kotoran dan partikel.
4. Lakukan perawatan berkala
Air yang sudah sempat membaik bisa kembali kuning jika sistem air tidak dirawat secara rutin. Tandon yang jarang dikuras, pipa yang dibiarkan menumpuk kerak, dan sumur bor yang tidak pernah dicek membuat endapan dan kotoran terus menumpuk lalu ikut terbawa ke aliran air. Karena itu, perawatan berkala penting dilakukan, mulai dari membersihkan tandon, memeriksa kondisi pipa dan pompa, sampai mengganti media filter jika memang sudah waktunya.
5. Cara DIY
Sebagai langkah sederhana di rumah, ada metode DIY yang bisa dicoba untuk membantu. Cara ini mengacu pada sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tahun 2021.
Salah satu caranya adalah menambahkan tawas sebagai tahap koagulasi, yaitu proses pengolahan air untuk menggabungkan partikel padat yang sangat kecil dan koloid menjadi flok atau gumpalan yang lebih mudah dipisahkan; pada pengolahan air, proses ini juga bisa menggunakan bahan kimia seperti Poly Aluminium Chloride (PAC).
Setelah itu, gunakan media seperti botol plastik atau galon, dengan menggunakan kapas di susunan paling bawah, lalu ditimpa dengan arang, kemudian kerikil, dan pasir di bagian paling atas. Dalam jurnal yang sama disebutkan bahwa cara ini efektif membuat air menjadi lebih jernih dan tidak menimbulkan bau.
Itulah penyebab air berwarna kuning dan berbau dan cara mengatasinya, yang bisa Sahabat SHIMIZU praktekkan di rumah. Langkahnya pun mudah dan efektif. Semoga membantu!