Artikel & Event
Ketersediaan Air Bersih Menurun? Ketahui Penyebab dan Solusinya
Air adalah sumber kehidupan, dan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Planet Bumi, meskipun mengandung 71% air, ternyata hanya 3% yang bisa dikonsumsi manusia. Tanpa ketersediaan air bersih, kesehatan dan aktivitas manusia akan terganggu. Nah, apa sebenarnya penyebab menurunnya air bersih? Dan bagaimana mengatasinya? Simak selengkapnya di artikel berikut.
Pentingnya Ketersediaan Air Bersih untuk Kehidupan
Tidak hanya untuk konsumsi, air esensial untuk keperluan rumah tangga manusia. Dari mandi, mencuci pakaian dan perabotan, hingga memasak, hampir seluruh aktivitas manusia bergantung pada air bersih. Tanpa pasokan yang cukup, rutinitas sederhana bisa terganggu dan menyebabkan efek domino ke depannya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air tahun 2025, Indonesia memiliki total potensi air sebesar 1.845.707,06 juta m³/tahun. Artinya, Indonesia tampaknya tidak kekurangan air. Namun kenyataannya, distribusi air yang tidak merata ditambah populasi yang timpang, menyebabkan krisis air bersih di beberapa daerah, seperti di Pulau Jawa.
Padahal, ketersediaan air bersih menjadi indikator penting kualitas hidup karena air berkaitan langsung dengan kesehatan dan kebersihan sehari-hari. Ketika akses air bersih memadai, masyarakat bisa dengan mudah menjaga sanitasi, dan memiliki sumber air minum yang aman dan layak konsumsi.
Sebaliknya, ketersediaan air yang menipis bisa memicu berbagai masalah serius, termasuk risiko penyakit, aktivitas ekonomi dan rumah tangga terganggu, dan konflik sosial akibat perebutan sumber air. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menghargai setiap tetes air demi demi keberlangsungan hidup masyarakat.
Penyebab Menurunnya Ketersediaan Air Bersih
Walaupun 71% permukaan Bumi ditutupi oleh air, tidak semua air yang ada di Bumi bisa diakses dan digunakan untuk kebutuhan manusia. 97% adalah air asin yang tidak bisa dimanfaatkan, dan hanya sekitar 3% yang merupakan air tawar yang benar-benar bisa digunakan dan diakses untuk kebutuhan manusia.
Krisis air bersih disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
1. Perubahan Iklim
Salah satu penyebab utama makin sedikitnya pasokan air bersih di bumi adalah perubahan iklim. Jika suhu global meningkat dan makin panas, musim yang tidak menentu, akan membuat cadangan air di tanah tidak terisi dengan optimal dan sumber air permukaan (sungai dan waduk) lebih cepat menyusut saat musim kering. IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menyebutkan bahwa perubahan iklim telah memperburuk siklus hidrologi yang kemudian memicu kekeringan ekstrim di berbagai belahan dunia.
Singkatnya, ketika hujan tidak turun dengan stabil atau pada musim hujan yang seharusnya, sementara di sisi lain suhu terus meningkat, makan sumber air akan ikut berkurang, dan memicu krisis air,
2. Pencemaran Sumber Air
Sumber air yang tercemar adalah masalah yang sering terjadi di Indonesia. Contohnya saja pada bulan Februari 2026, sungai Cisadane dan Jaletreng, Tangerang, tercemar limbah kimia perusahaan pestisida. Padahal sungai ini merupakan pasokan utama air di lingkungan sekitar. Oleh karena ini, risiko kesehatan seperti pusing, mual, gangguan pernapasan, hingga kanker dilaporkan oleh LBH Jakarta, akan mengintai warga sekitar. Jika pengolahan limbah tidak dilakukan dan diawasi dengan benar, kualitas air akan menurun dan tidak aman digunakan.
3. Pertumbuhan Penduduk dan Urbanisasi
Perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik juga jadi salah satu pemicu menipisnya ketersediaan air bersih. Melejitnya jumlah penduduk di daerah urban dapat menguras lebih banyak cadangan air tanah padahal perkembangan distribusi air bersih tidak berjalan seiringan, terutama di wilayah padat penduduk seperti Jawa.
Bahaya Menurunnya Ketersediaan Air Bersih
Air bersih adalah kebutuhan utama tubuh manusia dan aktivitas rumah tangga. Hampir semua aktivitas rumah tangga selalu melibatkan air, dan jika pasokan air bermasalah, akan mengganggu kegiatan rumah tangga dan bahkan lebih parah lagi, bisa menimbulkan konflik sosial.
1. Bahaya untuk Kesehatan
Air bersih sangat berhubungan erat dengan higienitas dan kesehatan. Jika air bersih terbatas, maka bisa berisiko:
- Diare, tifus, kolera, dan hepatitis A
- Infeksi jamur, konjungtivitis, gatal-gatal, dan dermatitis
- Cacingan dan gangguan pencernaan
- Dehidrasi dan menurunnya daya tahan tubuh
- Penyakit menular lebih mudah menyebar karena orang jarang mencuci tangan atau membersihkan alat makan.
2. Bahaya untuk Rumah Tangga
Setidaknya ini yang akan terjadi pada aktivitas rumah tangga jika pasokan air bersih menurun:
- Aktivitas seperti mandi, memasak, mencuci baju, membersihkan rumah dan kamar mandi jadi tidak optimal
- Biaya hidup meningkat karena mungkin akan membeli air galon lebih banyak, filter tambahan, dan biaya medis karena sakit
- Kebersihan dan kualitas makanan menurun
- Peralatan rumah tangga cepat rusak
- Stres dan selisih paham antara anggota keluarga.
3. Bahaya untuk Sosial dan Lingkungan Sekitar
Tidak terbatas pada masalah individu, air juga bisa menyebabkan masalah yang lebih kompleks, yang menyangkut hubungan banyak orang, seperti:
- Potensi konflik antarwarga dan antarwilayah
- Kesenjangan sosial
- Produktivitas menurun
- Sanitasi lingkungan memburuk
- Migrasi lokal
Solusi untuk Menjaga Ketersediaan Air Bersih
![]()
Air bersih merupakan termasuk kebutuhan utama manusia dan aktivitas rumah tangga. Selain untuk minum, air bersih digunakan untuk memasak, mandi, dan mencuci. Jika pasokannya terganggu, maka aktivitas rumah tangga ikut terganggu dan memicu masalah kesehatan dan sosial.
Supaya ketersediaan air bersih terjamin dan tetap lancar, Sahabat SHIMIZU bisa menggunakan pompa submersible dari SHIMIZU. Contohnya saja SHIMIZU SS-428K BIT, pompa celup yang hadir dengan stainless steel di full body yang tahan korosi, dan kabel NYYHY sepanjang 50 meter, jadi cocok untuk sumur yang lebih dalam hingga 50 meter.
SHIMIZU punya banyak varian pompa air yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Sahabat SHIMIZU. Dengan SHIMIZU, stok air lebih aman dan bersih untuk keluarga di rumah.