Pompa air yang tiba-tiba macet atau bahkan berhenti tentu membuat aktivitas sehari-hari ikut terganggu. Air tidak mengalir, tandon tidak terisi, bahkan pekerjaan rumah atau usaha bisa ikut terhambat. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai jenis pompa, termasuk pompa air permukaan ataupun pada pompa air submersible.

Sebelum memutuskan mengganti unit baru, Sahabat SHIMIZU perlu mengetahui penyebab pompa air macet. Pada banyak kasus, kerusakan masih bisa diperbaiki apabila ditangani sejak awal.

Berikut 5 penyebab pompa air macet dan tidak bekerja optimal yang paling sering ditemukan.

1. Bearing Aus atau Pecah

Bearing atau laher berfungsi menjaga putaran poros motor tetap stabil. Setelah digunakan dalam waktu lama, komponen ini dapat mengalami keausan atau bahkan pecah. Saat bearing sudah aus, putaran motor menjadi berat sehingga pompa air beroperasi tidak maksimal.

Gejala yang biasanya muncul seperti suara berisik saat pompa dinyalakan, getaran yang terasa tidak normal, atau motor yang berhenti berputar meski listrik masih mengalir. Jika dibiarkan, kerusakan pada bearing dapat merambat ke komponen pompa air lainnya.

2. Kapasitor Rusak

Kapasitor berfungsi untuk memberikan dorongan daya awal saat mesin pompa pertama kali dihidupkan, karena motor butuh energi besar. Ketika kapasitor mengalami penurunan performa atau rusak, motor akan kesulitan berputar meskipun daya listrik masih mengalir. Dalam beberapa kasus, pompa air hanya mengeluarkan suara dengungan tanpa menghasilkan putaran.

3. Impeller  Tersumbat

Impeller adalah komponen yang mendorong air keluar dari pompa air. Jika pasir, lumpur, kerikil kecil, atau kotoran lain masuk ke dalam rumah pompa, putaran impeller dapat terhambat dan melambat.

Akibatnya, motor bekerja dengan beban yang berat. Bila kondisi ini dibiarkan, impeller akan bergesekan dan menghasilkan suara yang kasar  atau bahkan berhenti berputar dan berisiko merusak merusak impeller itu sendiri.

4. Pressure Switch Rusak

Salah satu penyebab pompa air tidak berfungsi adalah rusaknya pressure switch pada pompa air otomatis. Pressure switch adalah sakelar otomatis yang berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan mesin pompa air berdasarkan perubahan tekanan air di dalam pipa. Pressure switch digunakan pada pompa air otomatis, dimana pressure switch akan membuat pompa menyala sendiri saat kran dibuka dan mati saat kran ditutup.

5. Motor Terbakar

Kenapa motor pompa bisa terbakar? Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor dibawah ini:

  • Dry Running

Pompa air menyala tanpa berhenti di sumber air yang kering (air tekor) mengakibatkan  pompa dry running secara terus menerus dapat menyebabkan motor menjadi overheat yang akhirnya dapat memicu motor terbakar.

  • Perubahan Tegangan Ekstrem

Perubahan tegangan yang ekstrem pada pompa air dapat menyebabkan motor terbakar.

  • Seal Bocor

Air yang merembes masuk ke dalam motor pompa akibat m. seal atau karet pelindung yang bocor dapat menyebabkan motor terbakar.

  • Pompa Air Terendam Banjir dan Pemakaian Diluar Kondisi Normal

Penggunaan pompa air yang tidak tepat, seperti akibat banjir, memompa air kotor atau asin dapat mengakibatkan motor pompa terbakar

Jangan Tunggu Sampai Pompa Berhenti!

Jika pompa air macet, tidak berfungsi dan mulai menunjukkan gejala seperti suara berdengung, putaran berat, atau air tidak keluar dengan normal, jangan menunda pemeriksaan serta segera dibawa ke Service Center terdekat Sahabat SHIMIZU. Penanganan lebih dini tentunya akan mencegah kerusakan pada komponen lain dan proses perbaikan jadi lebih murah dan mudah.

Sebagai bentuk komitmen SHIMIZU pada kepuasan pelanggan, kami juga menyediakan layanan servis yang mencakup suku cadang atau konsultasi produk yang tersebar di seluruh Indonesia. Cek di sini untuk lokasi terdekat.

Sahabat SHIMIZU juga bisa menghubungi Call Center bebas pulsa di 0804-1-889-889. Teknisi resmi kami siap melakukan pemeriksaan sesuai standar agar pompa kembali bekerja dengan optimal.